A. Prinsip Dasar
Titrasi netralisasi adalah titrasi yang didasarkan pada reaksi antara suatu asam dengan basa
H3O+ + OH– ⇔ 2 H2O
Dalam titrasi ini berlaku hubungan :
jumlah ekivalen asam (H3O+) sama dengan jumlah ekivalen basa (OH–).
Larutan baku yang digunakan pada titrasi netralisasi adalah asam kuat
atau basa kuat, karena zat-zat tersebut bereaksi lebih sempurna dengan
analit dibandingkan dengan jika dipakai asam atau basa yang lebih lemah.
Larutan baku asam dapat dibuat dari HCl, H2SO4 atau HClO4,
sedangkan larutan baku basa dibuat dari NaOH atau KOH. Larutan baku
primer adalah larutan yang konsentrasinya dapat ditentukan dengan
perhitungan langsung dari berat zat yang mempunyai kemurnian tinggi,
stabil dan bobot ekivalen tinggi kemudian dilarutkan sampai volume
tertentu. Sedangkan larutan baku sekunder, konsentrasinya harus
ditentukan terlebih dahulu dengan pembakuan/standarisasi terhadap baku
primer.
Contoh:
Baku primer : Na2CO3, Na2B4O7, Kalium Hidrogen Ptalat (KHP), H2C2O4
Baku sekunder : HCl, H2SO4, NaOH, KOH
Titrasi netralisasi dapat berlangsung antara asam kuat dengan basa kuat; asam/basa lemah dengan basa/asam kuat seperti:
NH4OH + H3O+ ⇔ NH4+ + 2H2O (basa lemah dengan asam kuat)
CH3COOH + OH– ⇔ CH3COO– + H2O (asam lemah dengan basa kuat)
CH3COO– + H3O+ ⇔ CH3COOH + H2O (garam dengan asam kuat)
NH4+ + OH– ⇔ NH3 + H2O (garam dengan asam kuat)
Kedua contoh terakhir di atas menggambarkan titrasi garam
monofungsional. Garam-garam tersebut dalam air mengalami hidrolisis
menghasilkan larutan yang bersifat asam atau basa. Apakah garam-garam
ini dititrasi dengan asam atau basa bergantung pada nilai Ka dan Kb.
Bila nilai Ka>Kb (larutan lebih bersifat asam), maka garam tersebut
dapat dititrasi dengan basa, bila sebaliknya (Ka<Kb), garam tersebut
dapat dititrasi dengan asam. Titik ekivalen dicapai pada pH larutan CH3COOH atau NH4OH.
Asam-asam poliprotik/polifungsional (H3PO4, H3AsO4) bila dititrasi dengan basa kuat dapat mempunyai titik ekivalen lebih dari satu.
H3PO4 + NaOH –> NaH2PO4 + H2O (Titik Ekivalen I)
NaH2PO4 + NaOH –> Na2HPO4 + H2O (Titik Ekivalen II)
Titik ekivalen pertama ditentukan oleh pH larutan NaH2PO4/NaH2AsO4 dan titik ekivalen kedua oleh pH larutan Na2HPO4/Na2HAsO4. Garam-garam tersebut karena dapat terhidrolisis menjadi asam dan basa maka untuk:
Titik Ekivalen pertama : [H3O+] = √K1K2
Titik Ekivalen kedua : [H3O+] = √K2K3
Untuk garam-garam amfoter seperti NaHCO3, NaH2PO4, Na2HPO4
sifat larutannya ditentukan oleh nilai Ka dan Kb. Besarnya nilai Ka dan
Kb menentukan apakah garam-garam tersebut sebaiknya dititrasi dengan
asam atau basa. Bila nilai Ka>Kb maka sebaiknya garam tersebut
dititrasi dengan basa kuat atau sebaliknya dengan asam kuat.
Seperti halnya asam-asam polifungsional, titrasi garam-garam seperti Na2CO3 dan Na3PO4
mempunyai titik ekivalen lebih dari satu. Garam tersebut dalam larutan
bersifat basa sehingga dapat dititrasi dengan asam. Contoh:
CO32– + H3O+ ⇔ HCO3– + H2O
HCO3– + H3O+ ⇔ H2CO3 + H2O
Titik ekivalen pertama ditentukan oleh pH larutan NaHCO3 dan titik ekivalen kedua oleh pH larutan H2CO3
Titik akhir titrasi dan pemilihan indikator
Titik akhir titrasi ditentukan dengan memilih indikator yang warnanya
berubah sekitar titik ekivalen. Misalnya pada titrasi larutan garam Na2CO3 dengan larutan HCl, titik ekivalen pertama terjadi pada [H3O+] = √K1K2
nilai pH sekitar 8,35. Jadi indikator yang dapat digunakan adalah
fenolftalein (8,1 – 10) yang berubah dari merah menjadi tidak berwarna.
Pada titik ekivalen kedua, [H3O+] = √Ka1
nilai pH = 3,17; dan indikator yang sesuai adalah jingga metil. Dengan
indikator ini perubahan warna yang diamati kurang tajam. Untuk
memperbaiki pengamatan pada titik ekivalen ini, larutan dapat dididihkan
terlebih dahulu, sehingga gas CO2 keluar dan sifat larutan
ditentukan oleh garam NaCl yang tertinggal. Kelebihan asam dititrasi
dengan larutan baku basa, dengan demikian dapat digunakan indikator
metil jingga.
Pada pemilihan indikator harus diperhitungkan pula zat apa yang
digunakan sebagai titran (yang diisikan dalam buret). Misalnya pada
titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH. Jika larutan HCl dipakai
sebagai titran, larutan analit bersifat basa, maka indikator
fenolftalein yang ditambahkan pada analit berwarna merah. Hilangnya
warna merah indikator terjadi pada pH 8,1; sedangkan titik ekivalen
titrasi terdapat pada pH 7,0. Jadi hilangnya warna merah terjadi sebelum
titik ekivalen tercapai. Karena itu sebaiknya dipakai indikator dengan
trayek perubahan warna pada sebelum atau sekitar pH 7,0.
B. Percobaan I
-
Tujuan percobaan:
- Dapat menyiapkan larutan asam, membakukannya dan mengaplikasikannya untuk menentukan kadar suatu zat.
- Dapat merancang prosedur penentuan kadar basa/garam
-
Bahan:
- HCl(p)
- Na2B4O7 padat
- Na2CO3 padat
- Campuran larutan NaOH + Na2CO3, Na2CO3 + NaHCO3, Na2CO3
- Indikator
-
Cara kerja
-
Penyiapan larutan
1) Pembuatan larutan HCl yang normalitasnya kira-kira 0,1 N
- Sediakan labu ukur 250 mL, isilah dengan 150 mL air suling.
- Dengan menggunakan sebuah gelas ukur, ambil HCl pekat (kadar kira-kira 37%) sebanyak lebih kurang 2,5 mL dan masukkan ke dalam labu ukur tersebut.
- Tambahkan air suling sampai tepat tanda batas.
Peringatan:
Pada pengenceran asam pekat, asam harus ditambahkan ke dalam air, jangan sebaliknya.
2) Pembuatan larutan boraks 0,1 N
- Berat ekivalen Na2B4O7.10 H2O = 190,72. Timbanglah dengan teliti 1,9072 gram boraks pada sebuah botol timbang.
- Kemudian pindahkan secara kuantitatif ke dalam labu ukur 100 mL.
- Larutkan dengan air suling sampai tepat tanda batas.
3) Pembakuan larutan HCl dengan larutan boraks 0,1 N
- Siapkan buret 50 mL yang bersih dan bilaslah dengan sedikit larutan HCl yang akan dibakukan. Isilah buret tersebut dengan larutan HCl.
- Pipet 25 mL larutan boraks 0,1 N dengan menggunakan pipet gondok dan pindahkan ke dalam erlenmeyer yang bersih.
- Tambahkan 2 atau 3 tetes larutan indikator metil merah.
- Titrasi larutan ini dengan larutan HCl dari buret sampai larutan berubah warna menjadi merah muda.
- Ulangi titrasi sekali lagi dan hitunglah normalitas larutan HCl.
-
Aplikasi
1) Penentuan kadar karbonat (Na2CO3)
- Siapkan buret 50 mL yang bersih dan bilaslah dengan sedikit larutan HCl yang telah dibakukan. Isilah buret tersebut dengan larutan HCl.
- Encerkan sampel yang didapat pada labu ukur 100 mL sampai tanda batas dengan air suling.
- Pipet 25 mL larutan sampel dengan menggunakan pipet gondok dan pindahkan ke dalam erlenmeyer yang bersih.
- Tambahkan 2 atau 3 tetes larutan indikator fenolftalein.
- Titrasi larutan ini dengan larutan HCl dari buret sampai larutan berubah warna menjadi merah muda.
- Catat volume HCl yang dibutuhkan (V1).
- Kemudian tambahkan 2 atau 3 tetes larutan indikator metil jingga.
- Titrasi larutan ini dengan larutan HCl dari buret sampai larutan berubah warna.
- Catat volume HCl yang dibutuhkan (V2).
- Ulangi titrasi sekali lagi dan hitunglah kadar masing-masing senyawa yang terdapat dalam campuran.
2) Penentuan kadar campuran karbonat
Lakukan percobaan yang sama dengan penentuan kadar karbonat untuk sampel campuran karbonat yang Anda terima.
-
Perhitungan:
Normalitas larutan HCl =
Campuran karbonat:
Bila V1 = V2 maka senyawa yang terdapat adalah Na2CO3
V1 > V2 maka senyawa yang terdapat adalah NaOH dan Na2CO3
V1 < V2 maka senyawa yang terdapat adalah Na2CO3 dan NaHCO3
C. Percobaan II
1. Tujuan Percobaan
- Dapat menyiapkan larutan basa, membakukannya dan mengaplikasikannya untuk penentuan kadar suatu zat.
- Dapat merancang prosedur penentuan asam/garam
2. Bahan
- NaOH
- KHP padat
- Larutan H3PO4, H3PO4 + NaH2PO4, HCl + H3PO4
3. Cara Kerja
-
Penyiapan larutan
1) Pembuatan larutan baku NaOH yang normalitasnya kira-kira 0,1 N
Timbang dengan tepat 4,0077 gram NaOH dalam sebuah botol timbang dan
larutkan dengan air suling dalam labu ukur 1 L dan tepatkan sampai tanda
batas.
2) Pembuatan larutan KHP (Kalium Hidrogen Pthalat) 0,1 N
- Berat ekivalen KHP = 204,22 . Timbanglah dengan teliti 2,0422 gram KHP pada sebuah botol timbang.
- Kemudian pindahkan secara kuantitatif ke dalam labu ukur 100 mL.
- Larutkan dengan air suling sampai tepat tanda batas.
3) Pembakuan larutan NaOH dengan larutan KHP 0,1 N
- Siapkan buret 50 mL yang bersih dan bilaslah dengan sedikit larutan NaOH yang akan dibakukan. Isilah buret tersebut dengan larutan NaOH.
- Pipet 25 mL larutan KHP 0,1 N dengan menggunakan pipet gondok dan pindahkan ke dalam erlenmeyer yang bersih.
- Tambahkan 2 atau 3 tetes larutan indikator fenolftalein.
- Titrasi larutan ini dengan larutan NaOH dari buret sampai larutan berubah warna menjadi merah muda.
- Ulangi titrasi sekali lagi dan hitunglah normalitas larutan NaOH.
-
Aplikasi
1) Penentuan kadar asam fosfat
- Siapkan buret 50 mL yang bersih dan bilaslah dengan sedikit larutan NaOH 0,1 N yang telah dibakukan. Isilah buret tersebut dengan larutan NaOH.
- Encerkan sampel yang didapat pada labu ukur 100 mL sampai tanda batas dengan air suling.
- Pipet 25 mL larutan sampel dengan menggunakan pipet gondok dan pindahkan ke dalam erlenmeyer yang bersih.
- Tambahkan 2 atau 3 tetes larutan indikator metil jingga.
- Titrasi larutan ini dengan larutan NaOH dari buret sampai larutan berubah warna menjadi jingga.
- Catat volume NaOH yang dibutuhkan (V1).
- Kemudian tambahkan 2 atau 3 tetes larutan indikator fenolftalein.
- Titrasi larutan ini dengan larutan NaOH dari buret sampai larutan berubah warna.
- Catat volume NaOH yang dibutuhkan (V2).
- Ulangi titrasi sekali lagi dan hitunglah kadar masing-masing senyawa yang terdapat dalam campuran.
2) Penentuan kadar campuran fosfat
Lakukan percobaan yang sama dengan penentuan kadar asam fosfat untuk sampel campuran fosfat yang Anda terima.
-
Perhitungan
Normalitas larutan NaOH =
Campuran fosfat:
Bila V1 = V2 maka senyawa yang terdapat adalah H3PO4
V1 > V2 maka senyawa yang terdapat adalah HCl dan H3PO4
V1 < V2 maka senyawa yang terdapat adalah H3PO4 dan NaH2PO4
sumber:bisakimia.com
Titrasi pengendapan merupakan titrasi
yang melibatkan pembentukan endapan dari garam yang tidak mudah larut
antara titrant dan analit. Hal dasar yang diperlukan dari titrasi jenis
ini adalah pencapaian keseimbangan pembentukan yang cepat setiap kali
titran ditambahkan pada analit, tidak adanya interferensi yang
menggangu titrasi, dan titik akhir titrasi yang mudah diamati.
Salah satu jenis titrasi pengendapan yang sudah lama dikenal adalah melibatkan reaksi pengendapan antara ion halida (Cl-, I-, Br-) dengan ion perak Ag+. Titrasi ini biasanya disebut sebagai Argentometri yaitu titrasi penentuan analit yang berupa ion halida (pada umumnya) dengan menggunakan larutan standart perak nitrat AgNO3. Titrasi argentometri tidak hanya dapat digunakan untuk menentukan ion halide akan tetapi juga dapat dipakai untuk menentukan merkaptan (thioalkohol), asam lemak, dan beberapa anion divalent seperti ion fosfat PO43- dan ion arsenat AsO43-.
Dasar titrasi argentometri adalah pembentukan endapan yang tidak mudah larut antara titran dengan analit. Sebagai contoh yang banyak dipakai adalah titrasi penentuan NaCl dimana ion Ag+ dari titran akan bereaksi dengan ion Cl- dari analit membentuk garam yang tidak mudah larut AgCl.
Salah satu jenis titrasi pengendapan yang sudah lama dikenal adalah melibatkan reaksi pengendapan antara ion halida (Cl-, I-, Br-) dengan ion perak Ag+. Titrasi ini biasanya disebut sebagai Argentometri yaitu titrasi penentuan analit yang berupa ion halida (pada umumnya) dengan menggunakan larutan standart perak nitrat AgNO3. Titrasi argentometri tidak hanya dapat digunakan untuk menentukan ion halide akan tetapi juga dapat dipakai untuk menentukan merkaptan (thioalkohol), asam lemak, dan beberapa anion divalent seperti ion fosfat PO43- dan ion arsenat AsO43-.
Dasar titrasi argentometri adalah pembentukan endapan yang tidak mudah larut antara titran dengan analit. Sebagai contoh yang banyak dipakai adalah titrasi penentuan NaCl dimana ion Ag+ dari titran akan bereaksi dengan ion Cl- dari analit membentuk garam yang tidak mudah larut AgCl.
Ag(NO3)(aq) + NaCl(aq) -> AgCl(s) + NaNO3(aq)
Setelah semua ion klorida dalam analit habis maka kelebihan ion
perak akan bereaksi dengan indicator. Indikator yang dipakai biasanya
adalah ion kromat CrO42-
dimana dengan indicator ini ion perak akan membentuk endapan berwarna
coklat kemerahan sehingga titik akhir titrasi dapat diamati. Inikator
lain yang bisa dipakai adalah tiosianida dan indicator adsorbsi.
Berdasarkan jenis indicator dan teknik titrasi yang dipakai maka
titrasi argentometri dapat dibedakan atas Argentometri dengan metode Mohr, Volhard, atau Fajans.
Selain menggunakan jenis indicator diatas maka kita juga dapat
menggunakan metode potensiometri untuk menentukan titik ekuivalen.
Ketajaman titik ekuivalen tergantung dari kelarutan endapan yang terbentuk dari reaksi antara analit dan titrant. Endapan dengan kelarutan yang kecil akan menghasilkan kurva titrasi argentometri yang memiliki kecuraman yang tinggi sehingga titik ekuivalen mudah ditentukan, akan tetapi endapan dengan kelarutan rendah akan menghasilkan kurva titrasi yang landai sehingga titik ekuivalen agak sulit ditentukan. Hal ini analog dengan kurva titrasi antara asam kuat dengan basa kuat dan anatara asam lemah dengan basa kuat.
METODE MOHR
Mohr mengembangkan titrasi argentometri untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalam suasana netral. Kalium kromat digunakan dalam titrasi argentometri dalam menentukan ion klorida, bromide, dan sianida. Larutan standar yang dipergunakan adalah perak nitrat (AgNO3). Prinsip penentuan ion Cl dengan titrasi argentometri adalah AgNO3 akan bereaksi dengan ion Cl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis bereaksi dengan Ag+ dari AgNO3,, maka kelebihan sedikit Ag+ akan bereaksi dengan CrO42- dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan, ini berarti titik akhir titrasi telah dicapai, yaitu bila terbentuk warna merah bata dari endapan Ag2CrO4.
Reaksi :
Reaksi titrasi: Ag+ + Cl- Ã AgX(s) [putih]
Reaksi indikator: 2Ag+ + CrO42- Ã Ag2CrO4(s) [merah bata]
Tingkat keasaman (pH) larutan yang mengandung NaCl berpengaruh pada titrasi. Titrasi dengan metode Mohr dilakukan pada pH 8. Jika pH terlalu asam (pH < 6), sebagian indikator K2CrO4 akan berbentuk HCrO4-, sehingga larutan AgNO3 lebih banyak yang dibutuhkan untuk membentuk endapan Ag2CrO4. Pada pH basa (pH > 8), sebagian Ag+ akan diendapkan menjadi perak karbonat atau perak hidroksida, sehingga larutan AgNO3 sebagai penitrasi lebih banyak yang dibutuhkan.
METODA VOLHARD (KOMPLEKS BERWARNA)
Pada metode ini, sejumlah volume larutan standar AgNO3 ditambahkan secara berlebih ke dalam larutan yang mengandung ion halida (X-). Sisa larutan standar AgNO3 yang tidak bereaksi dengan Cl- dititrasi dengan larutan standar tiosianat ( KSCN atau NH4SCN ) menggunakan indikator besi (III) (Fe3+). Reaksinya adalah sebagai berikut :
METODE FAJANS
Metode ini menggunakan indikator adsorbsi. Indikator adsorbsi merupakan pewarna, seperti diklorofluorescein yang berada dalam keadaan bermuatan negative dalam larutan titrasi akan teradsorbsi sebagai counter ion pada permukaan endapan yang bermuatan positif. Dengan terserapnya ini maka warna indicator akan berubah dimana warna diklorofluorescein menjadi berwarna merah muda.
Ketajaman titik ekuivalen tergantung dari kelarutan endapan yang terbentuk dari reaksi antara analit dan titrant. Endapan dengan kelarutan yang kecil akan menghasilkan kurva titrasi argentometri yang memiliki kecuraman yang tinggi sehingga titik ekuivalen mudah ditentukan, akan tetapi endapan dengan kelarutan rendah akan menghasilkan kurva titrasi yang landai sehingga titik ekuivalen agak sulit ditentukan. Hal ini analog dengan kurva titrasi antara asam kuat dengan basa kuat dan anatara asam lemah dengan basa kuat.
METODE MOHR
Mohr mengembangkan titrasi argentometri untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalam suasana netral. Kalium kromat digunakan dalam titrasi argentometri dalam menentukan ion klorida, bromide, dan sianida. Larutan standar yang dipergunakan adalah perak nitrat (AgNO3). Prinsip penentuan ion Cl dengan titrasi argentometri adalah AgNO3 akan bereaksi dengan ion Cl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis bereaksi dengan Ag+ dari AgNO3,, maka kelebihan sedikit Ag+ akan bereaksi dengan CrO42- dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan, ini berarti titik akhir titrasi telah dicapai, yaitu bila terbentuk warna merah bata dari endapan Ag2CrO4.
Reaksi :
Reaksi titrasi: Ag+ + Cl- Ã AgX(s) [putih]
Reaksi indikator: 2Ag+ + CrO42- Ã Ag2CrO4(s) [merah bata]
Tingkat keasaman (pH) larutan yang mengandung NaCl berpengaruh pada titrasi. Titrasi dengan metode Mohr dilakukan pada pH 8. Jika pH terlalu asam (pH < 6), sebagian indikator K2CrO4 akan berbentuk HCrO4-, sehingga larutan AgNO3 lebih banyak yang dibutuhkan untuk membentuk endapan Ag2CrO4. Pada pH basa (pH > 8), sebagian Ag+ akan diendapkan menjadi perak karbonat atau perak hidroksida, sehingga larutan AgNO3 sebagai penitrasi lebih banyak yang dibutuhkan.
METODA VOLHARD (KOMPLEKS BERWARNA)
Pada metode ini, sejumlah volume larutan standar AgNO3 ditambahkan secara berlebih ke dalam larutan yang mengandung ion halida (X-). Sisa larutan standar AgNO3 yang tidak bereaksi dengan Cl- dititrasi dengan larutan standar tiosianat ( KSCN atau NH4SCN ) menggunakan indikator besi (III) (Fe3+). Reaksinya adalah sebagai berikut :
METODE FAJANS
Metode ini menggunakan indikator adsorbsi. Indikator adsorbsi merupakan pewarna, seperti diklorofluorescein yang berada dalam keadaan bermuatan negative dalam larutan titrasi akan teradsorbsi sebagai counter ion pada permukaan endapan yang bermuatan positif. Dengan terserapnya ini maka warna indicator akan berubah dimana warna diklorofluorescein menjadi berwarna merah muda.
Predikat sebagai dosen killer adalah penghargaan atau gelar teringgi yang diberikan oleh sekumpulan mahasiswa untuk sang dosennya.
Dalam kamus besar bahasa Inggris – Indonesia, killer diartikan sebagai pembunuh, yakni orang yang melakukan perbuatan kekerasan sehingga dapat menghilangkan nyawa orang lain. Dosen killer adalah sebuah makna kias sebagai profesi seorang dosen. Hal itu bukan berarti dosen yang membunuh mahasiswa dalam artian menghilangkan nyawa, tetapi dosen yang sangat berpengaruh dalam menciptakan mahasiswa menjadi seorang yang bernalar kekerasan.
Dalam kamus besar bahasa Inggris – Indonesia, killer diartikan sebagai pembunuh, yakni orang yang melakukan perbuatan kekerasan sehingga dapat menghilangkan nyawa orang lain. Dosen killer adalah sebuah makna kias sebagai profesi seorang dosen. Hal itu bukan berarti dosen yang membunuh mahasiswa dalam artian menghilangkan nyawa, tetapi dosen yang sangat berpengaruh dalam menciptakan mahasiswa menjadi seorang yang bernalar kekerasan.
Killer dalam profesi dosen biasanya tidak melakukan kekerasan secara
fisik, namun lebih bersifat pada kekerasan ranah ilmiah dan kekerasan
mental (penghilangan kreatifitas). Dalam melakukan penilaian terhadap
mahasiswa dosen killer biasanya mempunyai parameter tersendiri, istilah
orang jawa menyebutnya “sak penake dewe”. Ia tidak mau
eksistensinya sebagai seorang dosen (apalagi yang senior) disamakan,
apalagi dibawah mahasiswa dalam hal keilmuan dan hubungan atau relasi
dengan mahasiswa.
Kekerasan mental dan ilmiah ini bisa di lihat dalam proses belajar
mengajar di kampus. Dalam mempertahankan eksistensi kedosenannya, ia
bisa bersifat keras dan egois. Apalagi dalam menghadapi kelakuan
mahasiswa yang “mbandel” dan “ngeyel” ketika melakukan
debat/diskusi ilmiah. Karena merasa mempunyai derajat, eksitensi, dan
segala label yang lebih dibanding mahasiswanya, maka semua ke-ngeyel-an
itu tidak akan berarti apa-apa dihadapan dosen killer ini. Biasanya
mahasiswa harus tunduk dan sendiko dawuh terhadap apa yang diperintahkan
sang dosen. Jika perintah itu dilanggar, maka ganjaran yang akan
diperoleh mahasiswa adalah tidak lulus atau diluluskan dengan nilai D,
bahkan E.
Semua itu membuat mahasiswa akan merasa takut untuk bertindak. Karena
resiko kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal bagi kelulusannya.
Jika memang demikian maka tinggal tunggu saja tanggal main dan
kehancurannya. Proses inilah yang disebut sebagai kekerasan ilmiah dan
mental.
Teknologi Laboratorium Medis (TLM) atau Analis Kesehatan adalah profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat.
Sedangkan menurut KEPMENKES RI NOMOR 370/MENKES/SK/III/200, Analis Kesehatan atau disebut juga Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan adalah tenaga kesehatan dan ilmuan berketerampilan tinggi yang melaksanakan dan mengevaluasi prosedur laboratorium dengan memanfaatkan berbagai sumber daya.
Sarana kesehatan ini berbentuk Laboratorium Kesehatan seperti Laboratorium Patologi Klinik yang memeriksa sampel berupa cairan2 tubuh manusia seperti darah, sputum, faeces, urine, liquor cerebro spinalis (cairan otak), dan lain-lain untuk mendapatkan data atau hasil sebagai penegakan diagnosa terhadap suatu penyakit. Cakupannya juga luas meliputi pemeriksaan mikrobiologi (bakteri), parasitologi (fungi, protozoa, cacing), hematologi (sel-sel darah serta plasma), imunologi (antigen, antibodi), kimia klinik (hormon, enzim, glukosa, lipid, protein, elektrolit, dll).
Di Indonesia memang lebih sering dikenal dengan istilah Analis Kesehatan, sedangkan dunia internasional menggunakan istilah Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
Apa itu Teknologi Laboratorium Kesehatan?
Teknologi Laboratorium Kesehatan (internasional: Medical Laboratory Science/Technology) adalah disiplin ilmu kesehatan yang memberikan perhatian terhadap semua aspek laboratoris dan analitik terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia serta ilmu kesehatan lingkungan.(KEPMENKES RI NOMOR 370/MENKES/SK/III/200)
Tugas Pokok TLM
Melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunologi-serologi, toksikologi, kimia lingkungan, kimia makanan-minuman, kimia air, patologi anatomi, biologi dan fisika
Fungsi TLM
- Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen
- Melaksanakan uji analitik terhadap reagen dan spesimen
- Mengoperasikan dan memelihara peralatan/ instrumen laboratorium
- Mengevaluasi data laboratorium
- Mengevaluasi teknik, instrumen, dan prosedur baru laboratorium secara efektif dan efisien
- Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium
- Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknik kelaboratoriuman
- Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan
- Pelaksanaan teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan
- Penyelia teknis operasional laboratorium kesehatan
- Peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan
- Penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (Promotion Health Laboratory)
- Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen.
- Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen, yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks.
- Mengoperasikan dan memelihara peralatan laboratorium dari yang sederhana sampai dengan yang canggih.
- Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji.
- Mengevaluasi teknik, instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya.
- Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji.
- Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.
- Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang Teknik kelaboratoriuman.
- Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.
- Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan.
- Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan, atau fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman spesimen.
- Keterampilan dalam melaksanakan prosedur laboratorium.
- Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.
- Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan.
- Keterampilan dalam pembuatan uji kualitas media dan reagen untuk pemeriksaan laboratorium.
- Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.
- Kewaspadaan terhadap faktor yang mempengaruhi hasil uji.
- Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen, sebelum melaporkan hasil uji.
- Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji.
- Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya.
- Dasar Hukum : Kepmenkes RI No : 370/Menkes/SK/III/2007
- Merupakan dasar kewenangan bagi seorang tenaga Analis Kesehatan dalam melaksanakan pekerjaan profesionalnya di Laboratorium Kesehatan
- Acuan standar kompetensi yang digunakan dalam standar pendidikan, pelayanan, uji kompetensi
| NO | KOMPETENSI | JENJANG | ||
| SMAK | DIII | SI | ||
| 1. | MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN | |||
| 1.1. Hematologi & Transfusi darah | √ | √ | √ | |
| 1.2. Kimia Klinik | √ | √ | √ | |
| 1.3. Serologi-Imunologi | √ | √ | √ | |
| 1.4. Mikrobiologi | √ | √ | √ | |
| 1.5. Toksikologi | – | √ | √ | |
| 1.6. Patologi Anatomi | – | √ | √ | |
| 1.7. Biologi Molekuler | – | √ | √ | |
| 1.8. Virologi | – | √ | √ | |
| 1.9. Kesehatan Lingkungan | √ | √ | √ | |
| 1.10. Komputer | √ | √ | √ | |
| 1.11. Manajemen | – | √ | √ | |
| 2. | MAMPU MEMBUAT PERENCANAAN/MERANCANG PROSES | |||
| 2.1. Alur kerja proses pemeriksaan di laboratorium | – | √ | √ | |
| 2.2. Alur keselamatan kerja di laboratorium | – | √ | √ | |
| 2.3. Menyusun prosedur baku di laboratorium | – | √ | √ | |
| 2.4. Menyusun prosedur cara ukur keberhasilan proses | – | – | √ | |
| 2.5. Menyusun program pemantapan mutu internal | – | – | √ | |
| 2.6. Menyusun program pemantapan mutu eksternal | – | – | √ | |
| 2.7. Merancang upaya keselamatan kerja di laboratorium | – | – | √ | |
| 3. | MAMPU MELAKSANAKAN PROSES TEKNIS OPERASIONAL | |||
| 3.1. Mengambil spesimen | √ | √ | √ | |
| 3.2. Menilai kualitas spesimen | √ | √ | √ | |
| 3.3. Menangani spesimen (labeling, penyimpanan, pengiriman) | √ | √ | √ | |
| 3.4. Mempersiapkan bahan/reagensia | √ | √ | √ | |
| 3.5. Memilih reagen & metoda analisa | – | √ | √ | |
| 3.6. Mempersiapkan alat | √ | √ | √ | |
| 3.7. Memilih/menentukan alat | – | √ | √ | |
| 3.8. Memeliharan alat | √ | √ | √ | |
| 3.9. Mengkalibrasi alat | – | √ | √ | |
| 3.10. Menguji kelaikan alat | – | √ | √ | |
| 3.11. Mengerjakan prosedur analisa bidang : | ||||
| a. Hematologi sederhana | – | √ | √ | |
| b. Hematologi khusus | – | √ | √ | |
| c. Kimia klinik | – | √ | √ | |
| d. Serologi-Imunologi sederhana | – | √ | √ | |
| e. Serologi-Imunologi komplek | √ | √ | √ | |
| f. Mikrobiologi sederhana | √ | √ | √ | |
| g. Mikrobiologi khusus | – | √ | √ | |
| h. Toksikologi | – | √ | √ | |
| I . Patologi Anatomi | – | √ | √ | |
| j. Biologi Molekuler | – | – | √ | |
| k. Virologi (riset) | – | √ | √ | |
| 3.12. Mengerjakan prosedur dalam pemantapan mutu | √ | √ | √ | |
| 3.13. Membuat laporan administrasi | √ | √ | √ | |
| 4. | MAMPU MEMBERIKAN PENILAIAN (JUDGMENT) | |||
| 4.1. Mendeteksi secara dini keadaan spesimen yang berubah | √ | √ | √ | |
| 4.2. Mendeteksi secara dini perubahan kondisi alat/reagen/kondisi analisa | √ | √ | √ | |
| 4.3. Mendeteksi secara dini bila muncul penyimpangan dalam proses teknis operasional | √ | √ | √ | |
| 4.4. Menilai validitas rangkaian analisa atau hasilnya | √ | √ | √ | |
| 4.5. Menilai normal tidaknya hasil analisa untuk dikonsulkan kepada yang berwenang | √ | √ | √ | |
| 4.6. Menilai layak tidaknya hasil proses pemantapan mutu internal | – | √ | √ | |
| 4.7. Menilai layak tidaknya hasil proses pemantapan mutu eksternal | – | – | √ | |
| 4.8. Mendeteksi secara dini terganggunya keamanan lingkungan kerja | – | √ | √ | |
| 5. | KEMAMPUAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN | |||
| 5.1. Perlunya koreksi terhadap proses/alat/spesimen/ reagensia | – | √ | √ | |
| 5.2. Perlunya koreksi terhadap proses pemantapan mutu internal | – | √ | √ | |
| 5.3. Perlunya koreksi terhadap proses pemantapan mutu eksternal | – | – | √ | |
Organisasi yang menaungi alumni Analis Kesehatan atau para Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan adalah PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia. Sedangkan organisasi yang menjadi wadah dan menjembatani pemikiran-pemikiran mahasiswa Analis Kesehatan adalah IMATELKI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia).
Prospek Kerja TLM
Banyak instansi dan perusahaan yang membutuhkan kompetensi seorang Analis Kesehatan, seperti Laboratorium Klinik Swasta, Rumah Sakit Pemerintah atau swasta, Laboratorium Kesehatan daerah, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Lab Forensik Kepolisian, Lembaga penelitian SAINS (LIPI, Biofarma), dosen. Analis Kesehatan ada yang bekerja di Laboratorium Patologi Anatomi yang memeriksa sampel berupa jaringan hasil operasi (histopatologi). Selain itu, banyak pula yang bekerja di industri makanan dan minuman, obat serta kosmetik karena dalam kurikulum pengajarannya terdapat mata kuliah Kimia Analitik, Kimia Makanan dan Minuman, serta Toksikologi.
Pendidikan Lanjutan
Setelah lulus dan mendapat gelar A.Md A.K., kita bisa melanjutkan pendidikan ke S1 atau DIV. Contohnya:
- S1 Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Kimia, Biologi
- DIV Analis Kesehatan
Ok pemirsa dimanapun anda berada,.. kali ini saya akan posting "KAMUS TEKA TEKI OSPEK". memang ribet juga bro kalo lagi ospek,.. apalagi seniornya super gila,.. wah mantap ntuh,..
oke dah langsung saja ente-ente cari sendiri ntu di bawah,..
silahkan,..
- Air Desa = Air putih / Aqua
- Sayur kamu banget = Sayur lo deh
- Pulpen cita-cita = Pulpen merk 'Pilot'
- Buku terang = Buku merk 'Sinar Dunia'
- Permen serigala = Foxs
- Permen dangdut = Lolipop
- Pasir rakyat jelata + 3T = Nasi + Tahu, Tempe, Telur
- Terowongan berlumpur = Kue semprong berisi
- Makanan singa bergoyang = Leo kripik kentang
- Minuman matahari hijau = Minuman dari SunGreen seperti Vitazone
- Buah putri salju = Apel / Kesemek
- Nasi betadine = Nasi goreng / Nasi + Kecap
- Nasi fullcolour = Nasi apa aja, asalkan warna warni
- Nasi aking basah = Nasi putih biasa
- Nasi michael jackson = Nasi putih (kayak mukanya yang putih)
- Sayur sabun warna-warni = Sayur sop dengan berbagai macam isi terutama wortel
- Tumis padi sunda = Tumis pare
- Sayur ibu menyusui = sayur daun katuk
- Pasangan barbie megang tong berdarah = kentang balado
- Kedelai borokan = Tempe
- Keripik cacar = Peyek
- Snack perban jangan dibawa, jangan disentuh = Taro (pelesetan dari kata TAROH!! ga boleh diambil hehe)
- Buah berjantung = Pisang
- Air infuse 195ml = Air diganti labelnya jadi tulisan infuse 195ml
- Rambut reggae goreng = Indomie keriting goreng
- Teletubies merah bertato besar = PoTato besar
- Chiki eko teriak = Cuba (dulu pas mamamia -- ba cuba cuba hehe)
- Snack melayang = Jetz
- Coklat biliar besar = Caca besar
- Biskuit tiga diva = Biskuit roma yang ada gambar tiga divanya
- Buah full colour = Jeruk
- Telur mata sapi normal = Telur mata sapi gak pecah
- Spongebob goreng = Tahu goreng
- Singkong I Love U = Kusuka
- Keju berputar = Richese roll
- Ratu perak = Silverqueen
- Permen senang putih = Happydent white
- Buah upacara = Apel
- Air mbah surip = Jamu
- Ikan masuk angin = Ikan kembung
- Biskuit ade rai = Biskuat (kan aderai kuat. OTOT gitu loh!)
- Minuman daerah saya, minuman area saya, minuman dunia saya = Mizone (plesetan dari me = saya dan zone=daerah/ area. MEZONE tapi diplesetin)
- Buah lesbi/homo = Jeruk
- Susu kebangsaan = Susu bendera
- Coklat hujan = Coklat payung
- Minuman perkakas = 2Tang
- Mall cilandak = Chitos
- Wafer piramida = Gery piramid
- Minuman dugem = Club
- Pocong ijo = Lontong
- Teh hijau baru = NU green tea
- Guling berdarah = Sosis diberi saus
- Nasi trio macan = Nasi + iwak peyek
- Coklat kembar = choki choki
- Minuman permisi = mangga
- Minuman trio macan = JG ( Jus Ginseng )
- Chiki pesawat tempur = Jetz
- Kue waktu bagus = Good time
- Buah sir = Buah sirsak
- Permen band = Goliat
- Nasi orang meninggal = Nasi kuning
- Buah vampir = Buah pir
- Buku suci isi 38 cap lawang sewu = Buku gambar cap lawang sewu
- Chiki mall = Chetos
- Snack sendawa = TUC
- Air mineral merk osis = Air mineral cap oasis
- Saya minum 2 = Yakult
- Buah dad say yes = papaya
- Chiki pembohong = Lays
- Nasi suci = Nasi putih biasa
- Buah raja mesir = Buah pir
- Minuman boom = Tebs
- Kerupuk dangdut = Kerupuk udang
- Buah firaun = pir
- Sayur PH-7 = Sayur asem
- Biskuit cium itali = Malkist roma
- Air putih dihormati = Susu bendera putih
- Minuman piala dunia = Coca-cola
- Biskuit keberuntungan = Biskuit selamat
- Minuman waria bencong = Aquaria
- Kacang cina = Kacang sanghai DEKA
- Permen maksiat = Kiss
- Nasi Magma = Nasi Beras Merah
- Mata melirik ke kanan = telor ceplok, kuningnya dibuat di kanan
- Cacing menggeliat = Mie goreng
- Sayur si putih berkepala kuning = sayur toge
- Buah selimut = pisang dikupas kulitnya dibawa
- Minuman ustad = air putih ( kalau sembur orang kesurupan pan pake aer putih ustad")
- Minuman aku dan kamu = Tekita (kita artinya aku dan kamu)
- Rumah iglo = nasi yang dibentuk kayak direstoran
- Telor mata kedip = telor mata sapi
- Sayur kuah 5 warna = sop (berkuah, isinya warna warni kayak wortel kentang dsb)
- Buah dad say yes = papa ya (pepaya)
- Air "putih" = susu
- Snack monyet monyet gila = MOnyet MOnyet GIla (MOMOGI)
- Dewi Sri Berjemur = nasi Goreng
- Dodol Sapi....= SOZZIS
- 1+lada = Selada
- T+Kekebalan = Timun
- Air Bilangan '2,3,5' = Air minum cap Prima
- Buah Bulan Sabit = Pisang
- Kaka' Amis Trick = Teh Manis
- Binatang Dua Huruf Kriuk-kriuk = Kerupuk Udang (Udang=dua huruf 'U dan G')
- Minuman Dwi panzer = Air Merk 2tang
- Kerupuk union = Kerupuk Bawang (plesetan dari bhs inggris ONION = bawang)
- Minuman Kanibal= Nutrisari (jeruk makan jeruk. Kanibal kaan? hehe)
- Sayur cina / Stempel AIR = Cap Cay (stempel = cap, air = cai dalam bahasa sunda)
- Usus Merdeka = Susu Bendera
- Telletubbies mencari keringat = Po cari sweat
- Botol minum team = CLUB
- Keripik cinta = minori (bentuk kripiknya hati )
- Landak fruit = salak
- Pulpen cepat = Pulpen bermerk 'Faster'
- Pulpen cita-cita = Pulpen merk 'Pilot'
- Buku terang = Buku merk 'Sinar Dunia'
- Permen serigala = Foxs
- Permen dangdut = Lolipop
- Air kencing kuda 1 botol = Air aqua 1 botol
- Pasir rakyat jelata + 3T = Nasi + Tahu, tempe, telur
- Terowongan berlumpur = Kue semprong berisi
- Makanan singa bergoyang = Leo kripik kentang
- Minuman matahari hijau = Minuman dari sungreen seperti Vitazone
- Pisang 1 sisir = Pisang dan 1 buah sisir (bukan pisang sesisir)
- Biskuit argentina = Tango
- Buah cium matahari = Sunkiss (plesetan dari sunkist)
- Buah permisi = Mangga
- Air mineral enam T = Air mineral merk VIT (dipisah VI T)
- Buah putri salju = Apel/Kesemek
- Buah centil = Kesemek
- Lolipop tawar = Jarum pentul
- Roti tawar/jepang = Pembalut
- Terigu, jagung, wortel, toge, seharga Rp 500,- = Bakwan
- Gulali Tawar = Kapas
- Alas kaki jepit = Sandal jepit
- Life Is Never Flat = Chitato
- Po Cari Manis = Pocari sweat
- Save snack = Snack merk selamat
- Sabun genit = Sabun colek
- Buah kasian = Apel malang
- Avatar damai = Pisang (damai: peace, avatar: aang = peace aang = pisang)
- Permen bau = Permen kaki (hot hot pop)
- Minuman tiga kaki = Minuman larutan cap kaki tiga
- Ketombe = Nasi putih
- Pudding goreng = Tahu goreng
- Sayur basi = Sayur asem
- Nasi betadine = Nasi goreng / Nasi + Kecap
- Nasi full colour = Nasi apa aja, asalkan warna-warni
- Nasi aking basah = Nasi putih biasa
- Nasi michael jackson = Nasi putih (kayak mukanya yang putih)
- Sayur sabun warna-warni = Sayur sop dengan berbagai macam isi terutama wortel
- Tumis padi sunda = Tumis pare
- Sayur ibu menyusui = sayur daun katuk
- Pasangan barbie megang tong berdarah = kentang balado
- Kedelai borokan = Tempe
- Sayur cina = Capcay
- Sayur PH-7 = Sayur asem
- Biskuit cium itali = Malkist roma
- Air putih dihormati = Susu bendera putih
- Biskuit keberuntungan = Biskuit selamat
- Minuman waria/bencong = Aquaria
- Kacang cina = Kacang sanghai DEKA
- Air 235 = Air minum cap prima
- Buah Nasib = Srikaya ( mbak sri jadi kaya )
- Triplek isi Pasir = Creaker
- Makanan bulan = keju/terang bulan
- Kacang ilmuwan = kacang atom
- Makanan pelaut = bayam
- Minuman ngeres = marimas
- Bantal tepung terigu = roti bantal deh kayaknya
- Santan sapi murni = Susu cair putih
- Spongebob coklat lembek = Brownies
- Ikan harta karun = Ikan Mas
- Bakal ayam = telur
- Minuman 1000 pandang = Vitamin C 1000 (You see one thousand)
- P3k = oky jell
- Kentut Stela = qtela
- Bantal Sobek isi nya Tanah liat = roti sobek isi coklat
- Guling Sobek rasa darah = roti panjang isi stroberi
- Buah mandarin = buah naga / jeruk mandarin
- Minuman energi = extra joss
- Tinta merah = sirup merah
- Coklat balok = chungky bar
- Telephone hewan khas china = biskuit hello panda
- Tongkat badai cokelat = twister choco stick
- Buah teh macintosh = fruit tea apel
- Panggangan orang belanda cokelat = klapertart
- Teh hijau gembira bunga melati = joy tea
- Pesisir melingkar keju = richeese / rings
- Trans jakarta bertenaga macan = biskuat
- Cokelat lebih baik = better
- Cokelat peralatan kucing = kit kat
- Permen pria bertepuk = permen mentos
- Buah harajuku = buah j-rock = buah jeruk
- Lucky stick = tongkat keberuntungan
- Minuman ringan membangkitkan ulama = NU Green Tea
- Biskuit dengan texline"brr..brr..brr " = oreo ungu
- Biskuit super = biskuat
- Bread essence = sari roti
- Susu penurut = susu yes
- Biskuit lebih baik = Better
- Snack monyet petualang = Taro
- Wafer coklat merk oli = TOP
- Tongkat host happy song = coki-coki
- Usus Merdeka = Susu Bendera
- keripik cinta = minori (bentuk kripiknya hati )
- Coklat pintar = smarties
- Pulpen biasa2 aja = standard
- Lengket rapet/jaring spiderman = lem atau lakban
- Makanan pelancong = snack Tourist
- Minuman spiritus = pepsi blue
- Kotak dekat atas = kotak pasta gigi close up
- Cahaya Matahari yang mencair = sunlight
- Batu Bata Belanda = Oncom.
- Air Minum 6T = VIT
- Permen penyelamat = permen karet
- Snack Sepatu Kekeringan = SOES KERING
- Sabit merah = semangka
- Pesawat akhir alphabet = chiki Jet-Z
- Nasi band = nasi bluben
- Buah raja mesir = pear
- Air lumpur = susu coklat
- Telur gunung berapi = telor balado
- Sayur butek = sayur LODEH
- Sprite tak bersoda = air putih
- Coklat marshanda= cha cha
- Chiki Bohong = Lays
- Roti tukul = roti sobek
- Tangan anti smash = ANTIS
- Coklat michael jakson = TOP black & white
- Buah menangis = Manggis
- Sibulat dari tentara = Telur Puyuh
- Trio macan = Ciki
- Stronge bus = biskuat
- Siratu perak = silver queen
- Chiki gujlegan ato rege rege = Chitato's
- Si botak berketombe = onde-onde
- Permen sik asik = garuda ting ting
- Shake fruit mountain water = Mountea Rasa Buah
- Buah janda = Anggur
- Air tanah = Susu coklat
- Sayur pos = Sop
- Air kehidupan = nestle pure life
- Air lumpur semut suka = teh manis
- Coklat kuburan kucing= cadburry
- Burung biru buat masjid = sendal jepit swallow biru
- Teh 2 huruf = niiu green tea (kan NU doang merknya)
- Permen gunung cinta = Alpenlible
- Permen pocong = Sugus
- Snack yang ga abis-abis = Pilus garuda
- Panjang, lembek, tapi enak = Coki-coki
- Susu tengkorak = Susu putih
- Makanan raja hutan = Leo
- Permen genit = Yuppy
- Kacang jepang = Mayashi
- Impus = air putih ( aqua)/ sprite
- Kapur putih = rokok sampurna
- Impus merah = fanta
- Makan obat = makan pete
- Teh band = teh kotak
- Permen ac = relaxa
- Coklat dansa = cha-cha
- Permen cium = chupacup
- Buah cantik = kesemek
- Susu si mbok = milkymaid
- Minuman trat trit trut tret trot trut = vit (lihat t nya ada 6 = vi)
- Buah ibu mengandung = pisang
- Buah pemakaman = jeruk purut
- Buah waktu mama = buah jambu
- Air telaga = air teh c-2
- Nasi seksi = nasi ama paha ato dada ayam
- Permen bacot = permen say ato kiss
- Rambut nenek = arum manis
- Keripik berbaring = keripik lays
- Permen kayu = permen woods
- Jus teknologi = jus apel
- Pembantu dibayar menitan = minute maid pulpy orange
- Bata merah merk OT = Tango gede rasa stroberi
- Minuman ga ada disini = C2 (si-tu)
- Susu Unta = Real Good (mata uang arab=real)
- Gorengan bisul = Bakwan jagung
- Permen atom = dinamit
- Kelereng mas = polong mas
- Sponge bob = tahu kuning
- Telor garuda = snack pilus
- Sayur besi = bayem
- Stik cenat cenut = sosis so nice
- Snack 3 saudara = tini wini biti
- Coklat isi kacang tari + poco2 2buah = coklat chacha
- Penyihir pasir = sandwich
- Mencium matahari = sunkist
- Pelicin kucing = kitkat
- Semua di campur menjadi satu = gado-gado
- Air semut = sprite
- Roti sundel bolong = Donat
- Ngombean bulir = Pulpy orange
- Susu lonjong bunyi klakson = Ovaltin ( tinn tiinn.. )
- Nasi lapangan hijau = Nasi pake sayur
- Coklat ratu = Silverqueen
- Roti ratu inggris = Diana bakery
- Gelas isi rambut = mie gelas
- Snack hi-five 2 taro 1= chittos
- Makanan upin ipin diatas awan = ayam goreng diatas nasi
- Minuman girlband = pocary sweat
- Minuman gunung = Mount Tea
- Minuman angin ribut = Torpedo
- Buah kesukaan janda = anggur (warna ungu wkwkwk) bisa juga pisang (If you know what i mean)
- Pensil warna Artis = Pensil warna Luna (Maya)
- Cokelat berjerawat = Beng-beng
- Biskuit zebra cross = Oreo
- Minuman superhero = Ultra(man) Milk
- Sayur stempel= CAP cay
- Permen labil = permen karet (berubah-rubah gitu...)
- Sandal jelly = Sandal Swallow (swallow kan juga merk agar-agar)
- Lubang hewan China = LIANG teh cap PANDA
- Air kencing banteng = Kratingdaeng (warnanya kuning kan)
- Biskuit Hotel Bintang 5 = Ritz
- Bata Argentina = Wafer Tango
- Wafer pegal linu = Wafer Crunchox
- Jagung ngebut = jagung Turbo
- Minuman yang dilindungi = Larutan Penyegar Cap Badak
- Nasi Lampu Merah = Nasi kuning+lalapan+sambal
- Mie Lagu = PopMie
- Biskuit Tahi Lalat = GoodTime Chocochip
- Permen Thailand = Pagoda Pastiles
- 1 buah laptop = sebiji apel
- Minuman semut dingin = Coolant
- Buah 12 shio = buah naga
- Air penjumlahan = Air kali
- Air putih tidur = Susu bantal
- Nasi kalah perang = Nasi putih
- Nasi hepatitis = Nasi kuning
- Air ketek = Pocari Sweat
- Makanan orang kaya = Richeese
- Cokelat pelit = Silverqueen Chunky Bar (gede sih, tapi rela bagi-bagi?)
- Lauk bendera jepang = Telur mata sapi
- Nasi Kerucut = Nasi Kuning/Tumpeng
- Kerupuk T*i Kucing = Kerupuk yang bentuknya panjang-panjang
- Cokelat Tabung = Makanan Astor dan Sejenisnya
- Telur Segitiga = Telur Dimasak dan dibentuk menjadi Segitiga
- Kursi Goyang = Karton yang ditulisin "Kursi Goyang"
- Buah Malam Minggu = Buah Apel
- Bantal = Tahu Putih
- Nasi Uduk Peta = Nasi Uduk + temPETAhu
- Kapur Cap Kota Amerika = Rokok LA Lights
- Jus Pancasila = Jus Belimbing
- Air Emas dari Hutan Tropis = Minyak Goreng Tropical
- Snack Tornado = Twister
- Nasi jelek = nasi goreng (goreng bahasa sunda artinya jelek)
- Susu 130 neto = susu Boneto (1 ama 3 kalo digabung jadi B)
- Permen bau = permen kaki
- Makanan aku = mie
- Kue channel tv = TRENZ (plesetan dari TRANS)
- Batu bata bisa terbang = wafer yg merk superman
- Bantal kedelai = tahu
- Piring terbang = kerupuk
- Triplek berlapis = tanggo
- Minuman alat musik tanpa nol = Viand
- Sayur kakek2 tua = Kangkung
- Permen pocong = Sugus yang dibungkus tiap ujungnya
- Telur tentara = Telur puyuh
- Nasi pocong = lontong
- Nasi polos = Nasi putih
- Air bening = Air putih
- Susu tidur = Susu bantal
- Telur / Telor Preman = Telur / Telor Puyuh (Ada tatto nya)
- Cacing rebus = Mie rebus
- Nasi belum mateng = beras
- Kacang ijo 500+1000 = Kacang ijo 1500 biji
- Kacang Kimia = Kacang Atom
- Makanan pelaut = Bayam (Popeye si pelaut)




