Beberapa Tips Menurunkan Berat Badan

Wednesday, January 13, 2016
Posted by BLOG SEDERHANA


Jaman sekarang ini kecenderungan seseorang untuk memiliki badan gemuk itu sangat besar. Hal tersebut tentunya tak terlepas dari polahidup tidak sehat yang dijalani serta tuntutan jaman yang serba instan dan cepat. Maka jangan heran jika saat ini makanan cepat saji semakin ngetren dan digemari. Padahal menurut penelitian para ahli makanan cepat saji ini merupakan salah satu faktor penyebab berat badan berlebih. Selain itu, jajanan atau cemilan yang ada saat ini cenderung mendukung untuk menjadi gemuk. Tentunya berbeda sekali dengan jaman dulu yang mana cemilan hanya berupa ubu dan singkong. Bukan itu saja ternyata stres juga menjadi salah satu pemicu bertambahnya berat badan seseorang.
Terlepas dari semua itu, tentunya semua orang ingin memiliki penampilan dengan tubuh yang indah. Ada banyak cara yang bisa ditempuh sebagai langkah menjalankan tips diet sehat mulai dari yang berat sampai yang ringan, mulai dari yang berdampak besar sampai yang hanya memberi dampak kecil saja. Kunci keberhasilan dalam menurunkan berat badan ini sebenarnya terletak pada tekad masing-masing individu. Maka dari itu dukungan sosial dari orang-orang terdekat juga sangat berperan penting. Berikut ini adalah tips yang bisa anda coba dirumah.

Cara Menurunkan Berat Badan

1. Jangan Tinggalkan Sarapan
Kesalahan pehaman dalam menjalankan program diet ini akan berdampak besar pada keberhasilan program diet anda. Sebagian besar orang awam yang belum mengerti tentang diet dan memiliki keinginan untuk menurunkan berat badan mereka cenderung untuk tidak melakukan sarapan. Padahal itu merupakan kesalahan yang cukup merugikan, dampak dari tidak sarapan adalah melambatnya metabolisme tubuh yang mana akan berdampak pada kesuksesan diet anda. Maka dari itu tetap lakukan sarapan namun dengan makanan yang kaya serat, protein, dan gizi, seperti sayuran, putih telur, serta susu.

2. Awali dengan Air Putih
Cara menurunkan berat badan selanjutnya yaitu memanfaatkan air putih. Air putih sangat membantu proses penurunan berat badan. Dengan banyak mengkonsumsi air putih akan meningkatkan hidrasi sel-sel tubuh yang akan menunjang proses metabolisme. Dalam menjalankan diet sebaiknya minimal meminum air putih sebanyak 8 gelas sehari. Selain itu air putih juga bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk program anda yaitu dengan mengawali minum segelas air putih sebelum makan. Hal ini akan membantu anda mengurangi porsi makan karena perut sudah merasa kenyang terlebih dahulu.

3. Banyak Bergerak atau Olahraga
Bagi anda yang memiliki banyak waktu tentunya bisa memulai program penurunan badan ini dengan melakukan olahraga secara teratur baik itu joging, senam aerobik, maupun jalan santai. Namun bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk melakukan olah raga anda juga tidak perlu khawatir karena ada cara lain yang bisa ditempuh. Caranya yaitu anda harus banyak bergerak, misalnya jika pekerjaan anda berada dikantor yang memiliki lif maka bisa mencoba menggunakan tangga, selain itu terapkan untuk sering berjalan-jalan di tempat kerja. Hal itu akan membantu membakar kalori dalam tubuh. Intinya anda harus banyak bergerak dan beraktifitas yang membuat tubuh bergerak.

4. Konsumsi Protein
Protein merupakan salah satu zat penunjang diet yang sangat dianjurkan. Usut punya usut ternyata proten memiliki fungsi yang luar biasa yaitu mampu membakar lemak dan cocok sebagai penunjang diet sehat anda. Protein bisa diperoleh dari putih telur, selain itu bisa juga di dapat dari oat meal gandum maupun sereal. Konsumsi protein ini sangat di anjurkan sebagai sarapan pagi anda.

5. Makan Makanan Kaya Serat
Sudah menjadi rahasia umum bahwa makanan berserat termasuk salah satu kunci keberhasilan dalam cara menurunkan berat badan anda. Konsumsi makanan berserat ini dianjurkan untuk dikonsumsi di siang hari atau malam hari. Makan berserat tinggi ini bisa didapat dari buah dan sayur sayuran. Buah mislanya pir, pisang, pepaya, dan jambu biji. Sayur misalnya brokoli, labu, bayam, lobak, kentang, ubi jalar, kembang kol, kubis merah, dan sayur-sayuran hijau.

6. Ganti Makanan Karbihidrat Sederhana dengan Karbohidrat Kompleks
Karbihidrat merupakan sumber dari energi dan gula, namun jenis karbohidrat sederhana akan susah diserap oleh tubuh sehingga cenderung untuk ditimbun dalam dalam bentuk lemak. Makanan berkarbohidrat sederhana ini biasanya bersumber dari nasi, mie, pasta, dan lain-lain. Bagi mereka yang menjalanan program penurunan badan maka wajib hukumnya mengganti makanan berkabohidrat sederhana dengan makanan berkabohidrat kompleks misalnya beras merah, gandum, oat meal, sereal, dan jenis kacang-kacangan.

7. Perhatikan Makan Malam Anda
Dimalam hari tubuh cenderung lebih sedikit beraktifitas sehingga asupan karbohidrat tidak terlalu dibutuhkan. Maka dari itu agar penurunan berat badan anda berhasil sebaiknya hindari makan malam dengan makanan yang mengandung karbohidrat. Ada baiknya makan malam diganti dengan menu berupa sayur-sayuran yang direbus bukan yang ditumis dengan minyak. Tambahkan buah-buahan sebagai asupan gizi untuk menu makan malam. Jangan lupa juga untuk menghindari makan makanan yang dioleh dengan di goreng agar cara menurunkan berat badan ini memberikan hasil yang maksimal.




Pingsan dan kehilangan kesadaran bisa jadi tak sering terjadi di sekitar Anda. Namun tiba-tiba pingsan bisa terjadi pada siapa saja, dan bahkan bisa terjadi ketika Anda ada di dekat sang korban.

Jika Anda menemui orang yang tiba-tiba jatuh pingsan, jangan panik! Anda bisa melakukan beberapa pertolongan pertama pada mereka. Melakukan pertama pada orang yang pingsan bisa sangat membantu bagi korban. Dr ViryaGiri Shankar membagi beberapa tips jika Anda harus menolong orang yang pingsan di sekitar Anda, seperti dilansir oleh Health Me Up (17/01) berikut ini.

1. Percikan air dan bau bawang tak manjur
Salah satu cara yang sering digunakan untuk membangunkan seseorang yang pingsan adalah memercikkan air pada wajah mereka dan memberi mereka bau-bauan seperti bawang putih atau bawang merah. Meski metode ini biasanya bisa digunakan, namun metode semacam ini seringkali gagal membangunkan orang yang pingsan.

2. Topang tubuh mereka
Pingsan adalah tahap akhir dari seseorang yang kehilangan kesadaran. Sebelum orang tersebut benar-benar tak sadarkan diri, biasanya tubuhnya sudah goyah dan dia mulai kehilangan kesadaran sedikit demi sedikit. Saat itu, sebaiknya topang tubuh korban dan letakkan perlahan. Hal ini mencegah cedera yang lebih berat pada kepala atau tubuh korban jika dia benar-benar jatuh saat pingsan.

3. Survei area pingsan
Ketika Anda melihat seseorang yang sudah tergeletak pingsan, segera survei daerah di sekitarnya dengan cepat dan jangan membuang waktu. Bisa jadi mereka pingsan akibat gigitan beracun, gas beracun, panas yang berlebihan, atau ada hal-hal yang membahayakan seperti aliran listrik yang terbuka. Segera pindahkan korban dari tempat tersebut jika terdeteksi adanya bahaya di sekitarnya.

4. Cek respon korban
Sangat [penting untuk melihat apakah korban bisa merespon Anda atau benar-benar pingsan. Coba panggil namanya atau ajukan beberapa pertanyaan. Anda juga bisa menepuk pundaknya beberapa kali. Biasanya orang yang pingsan ada yang langsung sadar setelah beberapa saat. Tenangkan mereka jika mereka sudah mulai merespon. Jangan bangunkan mereka langsung. Biarkan mereka berbaring beberapa saat sebelum memeriksakan mereka ke dokter terdekat.

5. Telepon bantuan dan lakukan CPR
Jika korban tak segera sadar, cek napas dan detak jantungnya. Jika napasnya mulai hilang dan melemah segera telepon bantuan dan lakukan CPR. Namun hanya lakukan langkah ini jika Anda benar-benar telah mahir melakukannya. Jika tidak, segera panggil bantuan atau ambulans.

6. Jangan gerakkan korban
Jika Anda mengetahui adanya tulang patah atau cedera pada bagian leher dan kepala, jangan gerakkan korban. Jangan juga gerakkan bagian kepala korban karena hal ini bisa menyebabkan cedera yang lebih serius. Segera panggil bantuan. Namun jika kepalanya tak mengalami cedera, Anda bisa mengangkat kakinya agar darah mengalir ke jantung dan otak. Hal ini biasanya bisa membuat korban pingsan sadar, namun juga tak selalu berhasil.

7. Jangan bergerombol
Sangat penting untuk memberikan udara segar pada korban yang pingsan. Untuk itu jangan mengerubungi korban pingsan dan bergerombol di sekitarnya. Longgarkan pakaian korban yang terasa sesak. Jangan masukkan apapun pada mulut korban seperti air atau makanan karena ini bisa membuat mereka tersedak dan menghalangi jalan napas mereka.

8. Minuman manis
Ketika koran sudah sadar, berikan dia minuman yang manis, misalkan jus buah dan camilan yang asin. Biasanya pingsan disebabkan oleh rendahnya gula darah, kurang garam, dan dehidrasi. Tekanan darah rendah juga bisa menjadi salah satu penyebab pingsan.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat membantu orang yang pingsan. Pastikan untuk selalu bersama korban dan menenangkannya hingga pertolongan datang, atau hingga Anda membawanya ke dokter. Anda tak harus menjadi dokter untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Jika Anda mengetahui tips-tips pertolongan pertama, Anda juga bisa membantu orang lain saat diperlukan.

HARI-HARI BESAR KESEHATAN

Monday, January 11, 2016
Posted by BLOG SEDERHANA

 

Berikut ini hari-hari besar yang berkaitan dengan kesehatan :

     JANUARI
               15   Hari Kanker Anak Internasional
               25   Hari Gizi Nasional
               27   Hari Kusta Internasional
     FEBRUARI
               4     Hari Kanker Sedunia
     MARET
               3     Hari Pendengaran Nasional
               22   Hari Air Sedunia
               24   Hari Tuberculose Sedunia
     APRIL
               1     Hari Kanker Tulang
               7     Hari Kesehatan Sedunia
               25   Hari Malaria Sedunia
     MEI
               1     Hari Asma
               8     Hari Palang Merah Sedunia
               29   Hari Lanjut Usia Nasional
               31   Hari Anti Tembakau Internasional
     JUNI
               1     Hari Anak Sedunia
               5     Hari Lingkungan Hidup Sedunia
               26   Hari Anti Narkoba Sedunia
               29   Hari Keluarga Nasional
     JULI
               17   Hari Jadi Saka Bhakti Husada
               23   Hari Anak Nasional
     AGUSTUS
               -
     SEPTEMBER
               3     Hari Palang Merah Indonesia
     OKTOBER
               10   Hari Kesehatan Jiwa
               12   Hari Mata Internasional
               15   Hari Cuci Tangan Sedunia
               16   Hari Pangan Sedunia
               18   Hari Menopause
               20   Hari Osteoporosis
     NOPEMBER
               12   Hari Kesehatan Nasional
               14   Hari Diabetes Sedunia
     DESEMBER
               1     Hari Aids Sedunia

       NB : Dari berbagai sumber

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS

Posted by BLOG SEDERHANA

Pengertian Limbah. 

Pengertian limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah klinis mencakup semua  hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian, dan laboratorium.
Limbah bahan berbahaya dan beracun, adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau karena sifat atau konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusakkan lingkungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Pada sarana layanan kesehatan termasuk puskesmas, “Limbah Medis” dapat dikatagorikan menjadi beberapa jenis, meliputi : (1) Limbah benda tajam, adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk, misalnya : Jarum suntik; Kaca sediaan (preparat glass); Infus set; Ampul/vial obat, dll. (2) Limbah infeksius, adalah limbah yang diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada penjamu yang rentan, misalnya : Kultur dan stok agen infeksius dari aktifitas laboratorium; Limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular; Limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi; Alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit. (3) Limbah Patologis, adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh manusia, misalnya : organ tubuh, janin dan darah, muntahan, urin dan cairan tubuh yang lain. (4) Limbah Farmasi, adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi, misalnya : mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kadaluwarsa, tumpahan obat, dll; Termasuk sarung tangan, masker, dll. (5) Limbah Kimia, adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berasal dari aktifitas diagnostic, pemeliharaan kebersihan, dan pemberian desinfektan, misalnya : formaldehid, zat kimia fotografis, solven, dll. (6) Limbah Kemasan Bertekanan, adalah limbah medis yang berasal dari kegiatan di instansi kesehatan yang memerlukan gas, misalnya : gas dalam tabung, carteidge dan kaleng aerosol. (7) Limbah Logam Berat, adalah limbah medis yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi termasuk dalam sub kategori limbah berbahaya dan biasanya sangat toksik, misalnya : Limbah logam merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran (thermometer, alat pengukur tekanan darah).
Dampak Limbah Terhadap Kesehatan. Limbah medis dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen, yang dapat memasuki tubuh manusia melalui beberapa jalur : (1) Melalui tusukan, lecet, atau luka di kulit; (2) Melalui membrane mukosa; (3) Melalui pernafasan dan melalui ingesti. Keberadaan bakteri yang resisten terhadap antibiotika dan desinfektan kimia dapat memperbesar bahaya yang muncul akibat limbah layanan kesehatan yang tidak dikelola dengan benar dan aman. Limbah medis tajam tidak hanya dapat menyebabkan luka gores maupun luka tusuk, tetapi juga dapat menginfeksi luka jika terkontaminasi patogen. Karena risiko ganda ini (cedera dan penularan penyakit), limbah medis tajam termasuk dalam kelompok limbah yang sangat berbahaya.Untuk infeksi virus yang serius seperti HIV/AIDS serta Hepatitis B dan C, tenaga puskesmas/rumah sakit (terutama perawat) merupakan kelompok yang berisiko paling besar terkena infeksi melalui cedera akibat limbah medis tajam. Risiko serupa dihadapi oleh tenaga layanan kesehatan lain dan pelaksana pengelolaan limbah di luar puskesmas/rumah sakit, juga pemulung di lokasi pembuangan akhir limbah. Beberapa infeksi yang menyebar melalui media lain atau disebabkan oleh agens yang lebih resisten dapat menimbulkan risiko yang bermakna pada pasien dan masyarakat. Contoh : pembuangan limbah medis cair yang tidak terkendali pada perawatan pasien kolera memberikan dampak yang cukup besar terhadap terjadinya wabah kolera.
Contoh Infeksi akibat terpajan limbah layanan kesehatan, organisme penyebab, dan media penularan : (1) Infeksi gastroenteritis. Organism penyebab, misalnya salmonella, shigella spp, vibrio cholera, cacing. Media penularannya, melalui tinja atau muntahan. (2) Infeksi Saluran Pernafasan. Organisme penyebab: mycobacterium tuberculosis, streptococcus pneumonia, virus campak. Media penularannya adalah melalui secret yang terhirup, air liur. (3) Infeksi Mata. Organisme penyebab : Herpes virus. Media penularannya adalah secret mata. (4) Infeksi Genital. Organisme penyebab : Neisseria gonorrhoeae, herpes virus. Media penularannya adalah melalui secret genital. (5) Infeksi Kulit. Organisme penyebab : Streptococcus spp. Media penularannya adalah melaui  nanah. (6) Antraks. Organisme penyebab : Bacillus anthracis. Media penularannya adalah melalui secret kulit. (7) Meningitis. Organisme penyebab adalah Neisseria meningitis. Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin. (8) AIDS. Organisme ppenyebeb adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Media penularannya adalah melalui darah, secret alat kelamin. (9) Demam Berdarah. Organisme penyebab adalah virus junin, lassa, ebola dan Marburg. Media penularannya adalah melalui seluruh cairan tubuh dan secret. (10) Septikimia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp. Media penularannya adalah melalui darah. (11) Bakteriemia. Organisme penyebab adalah Staphylococcus spp, koagulase negative, staphylococcus aureus, enterobacter, enterococcus, klebsiella dan streptococcus sp. Media penularannya adalah melalui darah. (12) Kandidemia. Organisme penyebab adalah Candida albicans. Media penularannya adalah melalui darah. (13) Hepatitis Virus A. Organisme penyebab adalah virus hepatitis A. Media penularannya adalah melalui tinja. (14) Hepatitis Virus B dan C. Organisme penyebab adalah  Virus Hepatitis B dan C. Media penularannya adalah melalui darah dan cairan tubuh.
Mikroorganisme patogen. Mikroorganisme patogen  memiliki kemampuan yang terbatas untuk bertahan hidup di alam bebas. Kemampuan ini tergantung pada jenis mikroorganisme dan merupakan cara kerja dari oertahanan dirinya terhadap kondisi lingkungan seperti : suhu, kelembaban, iradiasi ultraviolet, ketersediaan zat organic, keberadaan predator dan sebagainya. Contoh mikroorganisme tersebut adalah : (1) Virus Hepatitis (B). Virus hepatitis B, adalah virus yang : persisten di udara kering, hidup beberapa minggu di tanah, tahan terhadap pajanan antiseptic, tahan sampai 10 jam pada suhu 60⁰C, tahan 1 minggu pada tetesan darah dalam jarum suntik (termasuk virus hepatitis C). (2) Virus HIV. Virus HIV adalah virus yang : tahan 3-7 hari pada suhu ambient, tahan 15 menit pada cairan etanol 70%, inaktif pada suhu 56⁰C.
Pengelolaan Limbah Medis. Pada dasarnya dalam melaksanakan pengelolaan limbah medis perlu menganut prinsip-prinsip dasar berdasarkan kesepakatan internasional, yakni : (1) The “Polluter Pays” principle (prinsip “pencemar yang membayar”). Artinya bahwa melaului prinsip tersebut diatas bahwa semua penghasil limbah secara hukum dan financial bertanggungjawab untuk menggunakan metode yang aman dan ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah. (2) The  “Precautionary” principle (prinsip “Pencegahan”) merupakan prinsip kunci yang mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan melalui upaya penanganan yang secepat mungkin dengan asumsi risikonya dapat menjadi cukup signifikan. (3) The “duty of care” principle (prinsip “kewajiban untuk waspada”) bagi yang menangani atau mengelola limbah berbahaya karena secara etik bertanggung jawab untuk menerapkan kewaspadaan tinggi. (4) The “proximity” principle (prinsip “kedekatan”) dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko dalam pemindahan. Prinsip-prinsip pengelolaan limbah tersebut berkaitan dengan kegiatan unit  pelayanan kesehatan, sebagaimana tertuang pada global immunization 2009, disampaikan bahwa dalam penyelenggaraan imunisasi harus memiliki system pengelolaan limbah tajam.
Teknik Pengelolaan Limbah Medis Tajam. Teknik pengelolaan limbah medis tajam dapat dilakukan dengan : (1) Safety Box. Alternative 1 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; setelah penuh, safety box dan isinya dikirim ke sarana kesehatan lain yang memiliki incinerator dengan suhu pembakaran minimal 1000⁰C atau memiliki alat pemusnah carbonizer. Alternatif 2 : Jarum dan syringe langsung dimasukkan ke dalam safety box pada setiap selesai satu penyuntikan; Setelah penuh, safety box dan isinya ditanam di dalam sumur galian yang kedap air (silo) atau needle pit yang lokasinya didalam area unit  pelayanan kesehatan. (2) Needle Cutter. Alternatif 1: Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam safety box, kemudian dilanjutkan dengan proses penanganan seperti yang dijelaskan dalam penanganan menggunakan safety box. Alternatif 2 : Jarum dipatahkan dengan needle cutter pada setiap selesai satu penyuntikan; Potongan jarum yang terkumpul di dalam needle collection container dimasukkan ke dalam needle pit; Syringe bekas pakai didisinfeksi dengan menggunakan larutan sodium hipoklorit 5% dan direndam selama 30 menit, sehingga syringe telah steril dan dapat didaur ulang,. Pembuatan needle pit dapat dilakukan dengan bahan buis beton diameter 60 cm panjang a meter ataupun pipa PVC dengan diameter minimal 4 inchi panjang 3 meter. Untuk needle pit dengan buis beton sepanjang 60 cm ditanam dan ditutup dengan bahan beton tetapi menyediakan lubang untuk memasukkan needle. Sedangkan untuk needle pit dengan pipa PVC ditanam sepanjang 2,5 meter dan ditutup dengan dop ulir PVC yang sewaktu-waktu dapat dibuka bila akan memasukkan needle. (3) Needle Burner. Alternatif yang bisa dilakukan adalah : Jarum dimusnahkan dengan needle burner langsung pada setiap selesai satu penyuntikan; Syringe selanjutnya diproses seperti dijelaskan dalam penanganan dengan needle cutter; Hasil proses pemusnahan dengan needle burner dimasukkan ke dalam kantong plastic warna hitam, karena sudah tidak infeksius; Sisa proses bersama kantong plastiknya langsung dibawa ke tempat penampungan sementara limbah domestic.
Pengelolaan yang tepat untuk pengelolaan limbah medis di unit-unit pelayanan kesehatan selain tergantung pada administrasi dan organisasi yang baik, juga memerlukan kebijakan dan pendanaan yang memadai dan sekaligus partisipasi aktif dari semua pihak yang ada di unit pelayanan tersebut, misalnya dengan membentuk Tim Pengelolaan Limbah untuk menyusun rencana pengelolaan limbah secara terstruktur , sistematis dan intensif.

Sumber, Pedoman pengelolaan limbah medis, Ditjen PP dan PL bekerjasama dengan WHO, 2012

Sumber: http://www.diskes.baliprov.go.id

Cara Mendapatkan Pulsa dari Aplikasi mCent. 100% work

Saturday, January 9, 2016
Posted by BLOG SEDERHANA

Menurut saya mcent adalah aplikasi yang mudah untuk mendapat pulsa,.. salah satunya dengan cara download aplikasi kita akan dibayar dengan pulsa,..
syarat utama harus android, tidak boleh apke hp yang lain.

langsung saja caranya sebagai berikut :
  1. download aplikasinya di sini
  2. setelah selesai download instal dan buka aplikasinya
  3.  selanjutnya mendaftar dengan isi no anda (terserah kartu ap) dan passwoard.
  4. setelah berhasil mendaftar silahkan ikuti promo yang ada, setiap aplikasi sudah diberi lebel jumlah pulsa.
  5. setelah terkumpul anda bisa mengirim pulsa tersebut ke no hp yang anda gunakan untuk daftar tadi. 

Followers

Welcome to My Blog

- Copyright © Blog Sederhana -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -